Tugas ke Dua Akuntansi Internasional

Daftar Perusahaan Yang Mengacu Pada IFRS

1.     Samsung (Korea Selatan)                                            

2.     Royal Dutch Shell (Belanda)

3.     Toyota Motor Corporation (Jepang)

4.     PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Indonesia)

5.     Chevron (USA)

6.     Logitech International (Swiss)

7.     Jardine Matheson Holdings (Inggris)

8.     Allianz (Jerman)

9.     Total S.A (Perancis)

10. Volkswagen (Jerman)

 

– 3 Negara Yang Paling Banyak Mengacu IFRS

1.   Kanada

Kanada merupakan Negara bekas jajahan Perancis dan Britania Raya yang menjadi anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran. Kanada juga merupakan negara industri dan teknologi maju, berkecukupan dalam pengadaan energi dikarenakan tersedianya bahan bakar fosil, energi nuklir, dan tenaga hidroelektrik. Selain itu, Kanada juga termasuk dalam The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors.

Sebagai salah satu Negara G-20, Kanada sudah mengadopsi secara penuh International Financial Reporting Standards (IFRS) pada tahun 2011 dan meninggalkan US GAAP. Adopsi IFRS di Kanada tidak tanggung-tanggung karena semua perusahaan publik di Kanada hanya punya pilihan menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya. IFRS yang berlaku pun langsung bersumber dari IASB. Namun, Kanada termasuk Negara yang cukup “hati-hati” dalam mengadopsi IFRS, terbukti Kanada memberikan waktu transisi yang lebih panjang untuk beberapa industri tertentu yang dirasa butuh persiapan lebih panjang.

Sebagai Negara yang memiliki ikatan sejarah dengan Inggris, Kanada juga menganut sistem hukum umum seperti di Inggris dimana memiliki karakter berorientasi terhadap ‘penyajian wajar’, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahaan akuntansi keuangan dan pajak.

 

2.   Korea Selatan

Korea Selatan adalah sebuah Negara di bagian timur benua Asia yang memiliki kekuatan ekonomi pasar yang besar dan menempati urutan ke-15 berdasarkan PDB. Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau. Nilai ekspornya merupakan terbesar ke-8 di dunia, sementara nilai impornya terbesar ke-11. Selain itu, Korea Selatan juga termasuk dalam kelompok The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors.

Sebagai anggota dari G-20, Korea Selatan telah mewajibkan semua perusahaan dan lembaga keuangan yang terdaftar untuk menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuanganya sejak tahun 2011.

Korea Selatan termasuk Negara yang paling banyak mengacu pada IFRS mengingat tidak hanya perusahaan yang go public, perusahaan privat dan UKM pun banyak yang menggunakan IFRS dalam penyusunan laporan keuangannya, dimana IFRS yang dianut adalah IFRS yang dipublikasikan langsung oleh IASB. Sistem hukum yang dianut oleh Korea Selatan adalah hukum kode (Eropa Continental).

 

3.   Meksiko

Meksiko adalah sebuah negara yang terletak di Amerika Utara yang terkenal kaya dengan minyak bumi dan pernah menjadi negara terbesar ke-10 penghasil minyak bumi di dunia. Meksiko juga merupakan pengekspor perak yang terpenting di dunia. Meksiko termasuk Negara yang berpengaruh di dunia dan banyak mengadakan transaksi ekspor impor dengan banyak Negara di dunia. Oleh karena itu demi kelancaran transaksinya, Meksiko mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah go public dalam menyusun laporan keuangannya.

CNBV merupakan lembaga otoritas jasa keuangan dan perbankan di Meksiko yang menetapkan penggunaan IFRS di Negara ini. Periode pengadopsian dimulai secara sukarela mulai tahun 2008 dan sudah diwajibkan mulai tahun 2012. IFRS yang diadopsi di Meksiko bersumber langsung dari IASB tanpa adanya perubahan-perubahan ataupun tambahan. Selain itu, Meksiko menetapkan agar laporan keuangan perusahaan harus diaudit sesuai dengan standar audit internasional. Sistem hukum yang dianut oleh Meksiko adalah hukum kode.

 

–         Hubungan Penggunaan Hukum Umum dan Hukum Kode dengan Penerapan IFRS di Suatu Negara

Secara umum sistem hukum di dunia memiliki dua orientasi dasar, yakni hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dari dua sistem inilah tercipta banyak sistem-sistem hukum lain di dunia seperti agama, adat dan lain sebagainya.

a.   Hukum Umum

Hukum umum, common law, hukum kasus (case law) atau preseden (precedent) adalah hukum yang dibangun oleh dewan peradilan melalui putusan-putusan pengadilan dan tribunal yang serupa, yang diterima melalui proses legislasi atau peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga eksekutif.

Sistem hukum common-law membentuk bagian utama dari hukum banyak negara, terutama di negara-negara yang merupakan bekas koloni atau wilayah dari Britania (Inggris Raya). Dia terkenal karena terdapat hukum tidak tertulis (non-statutory) yang luas mencerminkan sebuah konsensus penghakiman dengan sejarah berabad-abad oleh para dewan peradilan.

Sistem hukum umum merupakan suatu sistem hukum yang digunakan di Inggris yang mana di dalamnya menganut aliran frele recht lehre yaitu dimana hukum tidak dibatasi oleh undang-undang tetapi hakim diberikan kebebasan untuk melaksanakan undang-undang atau mengabaikannya.Sistem hukum ini mulai dipakai saat Kerajaan Britania Raya dibangun dan dikelola, lalu membentuk sebuah dasar jurisprudensi di negara-negara Persemakmuran.

Esensi hukum umum adalah bahwa hukum ini dibuat oleh hakim yang duduk di pengadilan dengan menerapkan logika dan pengetahuan mereka tentang sistem hukum terdahulu (stare decisis). Keputusan pengadilan bersifat mengikat bagi pengadilan-pengadilan di bawahnya. Sebagai contoh, tidak ada yang undang-undang parlementer yang menyatakan bahwa pembunuhan itu ilegal karena pembunuhan merupakan kejahatan dalam hukum umum. Jadi, walaupun dalam UU Parlemen tidak tertulis bahwa pembunuhan itu ilegal, pembunuhan tetap ilegal dengan mengacu kepada kebijakan konstitusional pengadilan dan kasus-kasus terdahulu berkaitan dengan pembunuhan.

Hukum umum dapat diubah dan dicabut oleh Parlemen, contohnya perubahan hukuman bagi pembunuh. Zaman dahulu pembunuh dihukum mati, tapi sekarang pembunuh mendapatkan kurungan seumur hidup

Sumber-sumber hukum terdiri dari putusan-putusan hakim, kebiasaan-kebiasaan, serta peraturan-peraturan tertulis undang-undang dan peraturan administrasi negara, walaupun banyak landasan bagi terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis akan tetapi kebanyakan itu berasal dari putusan-putusan dalam pengadilan.

Salah satu negara yang menganut hukum umum adalah Kanada. Hukum umum yang dianut oleh Kanada tidak lepas dari peristiwa sejarah yang melatarbelakangi merdekanya negara ini. Dahulu Kanada merupakan bekas jajahan Prancis dan Britania Raya. Karena pernah dijajah oleh negara pencetus hukum kode (Prancis) dan hukum umum (Britania Raya) Kanada menjadi anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran (Commonwealth). Namun demikian mayoritas Kanada lebih condong mengikuti Britania Raya karena Prancis pernah dikalahkan dalam perang dengan Britania Raya sehingga sistem pemerintahan Kanada ada dibawah pimpinan Britania Raya. Itulah sebabnya mengapa saat ini Kanada menganut hukum umum (Britania Raya) bukan hukum kode (Prancis).

Suatu negara menggunakan hukum umum dikarenakan negara tersebut menginginkan hukum yang berlaku di negaranya tidak harus dibatasi oleh undang-undang tetapi hakim diberikan kebebasan untuk melaksanakan undang-undang atau mengabaikannya. Sehingga dapat disimpulkan pula bahwa sumber hukum utamanya adaalah putusan-putusan hakim terdahulu (yurisprudensi).

 

b.   Hukum Kode

Sistem hukum kode/hukum sipil adalah serangkaian hukum yang lengkap mencakup ketentuan dan prosedur, yang tentu aturan akuntansi akan dikombinasikan dan diselaraskan dengan hukum nasional. Hukum kode ini sangatlah kompleks dan lengkap.

Hukum sipil merupakan hukum yang dikenalkan dan dipelopori oleh sebagian besar negara di benua Eropa. Itulah sebabnya system hukum ini juga sering dikenal dengan nama hukum eropa continental. Hukum kode terlahir Pada tahun 1800 oleh Napoleon I menunjukkan sebuah Komisi yang terdiri dari orang untuk melakukan tugas mengkopilasi The Napoleonic Code (Kode Napoleon). Kode Napoleon yang berasimilasi sebagai Hukum Privat Prancis, yang merupakan Hukum yang mengatur transaksi-transaksi dan hubungan-hubungan antara Induvidu. Hukum yang dianggap oleh beberapa ahli sebagai bentuk modern pertama untuk Hukum Romawi, saat ini berlaku di banyak negara dengan atau dalam bentuk yang telah disesuaikan.

Meksiko dan Korea Selatan termasuk negara yang menganut sistem hukum kode. Tentu saja penggunaan sistem hukum kode pada kedua negara tersebut tidak lepas dari sejarah masing-masing negara tersebut.

Selanjutnya keberadaan negara Korea Selatan juga tidak luput dari campur tangan negara asing terutama Jepang dan Prancis dimana kedua negara tersebut menganut sistem hukum kode. Prancis adalah negara yang pernah menginvasi Korea Selatan pada tahun 1866, sedangkan Jepang pernah menduduki (menjajah) Korea Selatan pada tahun 1910. Kedua peristiwa tersebut tentu memiliki makna dan pengaruh bagi Korea Selatan terutama terkait dengan sistem hukum sipil yang sekarang dianut oleh Korea Selatan.

Suatu negara menggunakan hukum kode dikarenakan negara tersebut menginginkan hukum yang berlaku di negaranya bersifat kompleks dan lengkap. Sistem hukum kode memungkinkan mencakupnya ketentuan dan prosedur secara lengkap, serta aturan akuntansi akan dikombinasikan dan diselaraskan dengan hukum nasional.

Bila melihat penjabaran menganai hukum umum dan hukum kode, maka seharusnya negara yang menganut hukum umumlah yang menerapkan IFRS sebagai standar akuntansi keuanganya. Namun pada kenyataanya, berdasarkan data yang diperoleh justru sebaliknya. Dari tiga negara yang paling banyak mengacu pada IFRS, dua diantaranya adalah negara yang memiliki sistem hukum kode.

sumber

http://www.iasb.com

http://sesesey.blogspot.com/2014_04_01_archive.html

http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2014/04/tiga-negara-yang-paling-banyak-mengacu.html

Tugas ke 1 Akuntansi Internasional

A. Sebutkan 3 bursa efek di dunia dan standar pelaporan keuangan

Jawaban :

1. American Stock Exchange
American Stock Exchange (AMEX) adalah merupakan bursa efek Amerika yang terletak di kota New York. AMEX adalah merupakan suatu organisasi yang dimiliki oleh para anggotanya . Hingga tahun 1929 AMEX ini dikenal dengan nama New York Curb Exchange.

Bidang usaha inti dari AMEX telah mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya bergerak di bidang perdagangan sahambertambah menjadi memperdagangkan opsi dan dari business has shifted over the years from stocks to options andexchange traded fund (reksadana yang diperdagangkan di bursa), walaupun demikian perdagangan saham berkapitalisasi kecil dan menengah tetap berlangsung pula. Suatu upaya yang dilakukan oleh AMEX pada pertengahan tahun 1990an untuk memasuki bursa di negara berkembang mengalami kegagalan oleh karena pengurangan standar pada penawaran saham (listing) sehingga berada dibawah standar yang ditentukan oleh AMEX telah mengakibatkan para pedagang saham kecil-kecilan mengalihkan sasaran penipuannya pada bursa nasional. Pada pertengahan tahun 1990an, bursa sangat terganggu oleh adanya perdagangan yang tidak layak dimana hal ini disorot pula oleh koran BusinessWeek pada tahun 1999.

Standar Pelaporan Keuangan
Pada tahun 1970, FASB mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Standards-SFAS) No. 33 Berjudul ”Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga”, pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan AS yang memiliki persediaan dan aktiva tetap yang bernilai lebih dari $125 juta atau total aktiva lebih dari $1 miliar, untuk selama lima tahun mencoba melakukan pengungkapan daya beli konstan biaya historis dan daya beli konstan biaya kini. Pengungkapan ini lebih bersifat melengkapi dan bukan menggantikan biaya historis sebagai kerangka dasar untuk leporan keuangan utama.

Banyak pengguna dan penyusun informasi keuangan yang telah sesuai dengan SFAS No.33 menemukan bahwa (1) pengungkapan ganda yang diwajibkan oleh FSAB membingungkan, (2) biaya untuk penyusunan pengungkapan ganda ini terlalu besar, dan (3) pengungkapan daya beli konstan biaya historis tidak terlalu bermanfaat bila dibandingkan data biaya kini. FASB menerbitkan panduan (SFAS 89) untuk membantu perusahaan yang melaporkan pengaruh pernyataan atas harga yang berubah dan menjadi titik awal untuk standar akuntansi inflasi dimasa depan.
Perusahaan pelapor didorong untuk mengungkapkan informasi berikut untuk 5 tahun terakhir

1. Penjualan bersih dan pendapatan operasi lainnya.
2. Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan dasar biaya kini.
3. Keuntungan atau kerugian daya beli (moneter) atas pos-pos moneter bersih.
4. Kenaikan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat dipulihkan (yaitu jumlah kas bersih yang diperkirakan akan dapat dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan) yang lebih rendah dari persediaan atau aktiva tetap, bersih dari inflasi (perubahan tingkat harga umum).
5. Setiap agregat penyesuaian translasi mata uang asing, berdasarkan biaya kini, yang timbul dari proses konsolidasi.
6. Aktva bersih pada akhir tahun menurut dasar biaya kini.
7. Laba per saham (dari operasi berjalan) menurut dasar biaya kini.
8. Dividen per saham biasa.
9. Harga pasar akhir tahun per lembar saham biasa.
10. Tingkat Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index-CPI) yang digunakan untuk mengukur laba dari operasi berjalan.

2. Bursa Saham London
Bursa Saham London (bahasa Inggris: London Stock Exchange, LSE) adalah sebuah bursa saham yang terletak di London. Didirikan pada 1801, bursa ini merupakan salah satu bursa saham terbesar di dunia, dengan banyak pencatatan saham dari luar negeri dan juga perusahaan Britania Raya.
Pada Juli 2004 Bursa Saham London pindah dari Threadneedle Street ke Paternoster Square, dekat dengan Katedral St. Paul, dan masih dalam “Square Mile” (sebutan untuk wilayah City of London). Resmi dibuka oleh Ratu Elizabeth II pada 27 Juli 2004.
FTSE merupakan indeks yang melacak performa dari pasar London.
Saham yang diperdagangkan di LSE menggunakan simbol saham LSE.

Standar Pelaporan Keuangan
Komite Standar Akuntans Inggris (Accounting Standard Committee-ASC) menerbitkan Pernyataan Standar Praktik Akuntansi 16 (Statement of Standard Accounting Practice-SSAP 16) “Akuntansi Biaya Kini” untuk masa percobaan 3 tahun pada bulan Maret 1980. SSAP 16 berbeda dengan SFAS 33 dalam dua hal utama. Pertama, apabila standar AS mengharuskan akuntansi dolar konstan dan biaya kini, SSAP 16 mengadopsi hanya metode biaya kini utnuk pelaporan eksternal. Kedua, apabila penyesuaian inflasi AS berpusat pada laporan laba rugi, laporan biaya kini di Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi dan neraca biaya kini, beserta catatan penjelasan.
Standar di Inggris memperbolehkan tiga pilihan pelaporan, yaitu :

1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya historis.
2. Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini.
3. Menyajkan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai.

3. Bursa saham Tokyo
Bursa Saham Tokyo yang disebut Tosho atau TSE untuk jangka pendek adalah bursa saham yang terletak di Tokyo , Jepang . Bursa Saham Tokyo didirikan pada tanggal 15 Mei 1878, sebagai Tokyo Kabushiki Torihikijo (东京 株 式 取 引 所) di bawah arahan kemudian – Menteri Keuangan Okuma Shigenobu dan advokat kapitalis Shibusawa Eiichi. Ini adalah bursa saham terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar agregat dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar . Itu 2.292 perusahaan yang terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan sebesar US $ 4,5 triliun hingga November 2013.
Pada Juli 2012 merger yang direncanakan dengan Osaka Securities Exchange telah disetujui oleh Japan Fair Trade Commission . Entitas yang dihasilkan , Jepang Efek Group ( JPX ) (日本 取引 所 グループNihon Torihikijo Gurūpu ) , diluncurkan pada tanggal 1 Januari 2013.

Standar Pelaporan Keuangan
Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham yang berisi neraca, lapioran laba rugi, laporan usaha, proposal atas penentuan penggunaan (apropriasi) laba di tahan, skedul pendukung.
Catatan yang menyertai neraca dan laporan laba rugi menjelaskan kebijakan akuntansi dan memberikan detail pendukung . Laporan usaha berisi garis besar usaha dan informasi mengenai operasi, posisi keuangan dan hasil operasi. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:
1. Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
2. Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
3. Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
4. Aktiva dalam penjaminan
5. Jaminan utang
6. Perubahan dalam provisi
7. Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali
8. Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut
9. Piutang yang berasal dari anak perusahaan
10. Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendalidan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
11. Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajibInformasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan diaudit oleh auditor wajib. Hukum komersial tidak mengharuskanlaporan arus kas.
Kebanyakan praktik akuntansi dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir sebagai akibat dari Perubahan Besar dalam Akuntansi. Perubahan- perubahan terakhir ini meliputi :
1. Mengharuskan perusahaan yang mencatatkan sahamnya untuk membuat laporan arus kas
2. Memperluas jumlah anak perusahaan yang dikonsolidasikan berdasarkan kendali yang dimiliki dan bukan persentase kepemilikan
3. Memperluas jumlah perusahaan afiliasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas berdasarkan pengaruh signifikan dan bukan pada persentase kepemilikan
4. Menilai investasi dalam surat berharga sebesar harga pasar dan bukan biaya perolehan
5. Provisi penuh atas kewajiban tangguhan
6. Akrual penuh atas pensiun dan kewajiban pension lainnya.Akuntansi di Jepang sedang dibentuk ulang agar sesuai dengan IFRS.

2. Berikan penjelasan mengenai IFAC dan IASB :
Jawaban :

a. IFAC

International Federation of Accountants didirikan pada tanggal 7 Oktober 1977, di Munich , Jerman , pada Kongres Dunia ke-11 Akuntan. IFAC didirikan untuk memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia untuk kepentingan umum, meliputi ;
Mengembangkan standar internasional yang berkualitas tinggi dalam audit dan jaminan , akuntansi sektor publik , etika , dan pendidikan bagi akuntan profesional dan mendukung adopsi mereka dan menggunakan, memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama antar instansi anggotanya, berkolaborasi dan bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya , dan melayani sebagai juru bicara internasional untuk profesi akuntansi .

Pada pertemuan pertama Majelis IFAC dan Dewan pada bulan Oktober 1977 , program kerja 12 -point dikembangkan untuk memandu komite IFAC dan staf melalui lima tahun pertama kegiatan . Banyak elemen dari program kerja ini masih relevan sampai sekarang .

Dimulai dengan 63 anggota pendiri dari 51 negara pada tahun 1977 , keanggotaan IFAC telah berkembang menjadi sekarang termasuk 179 anggota dan asosiasi di 130 negara dan yurisdiksi di seluruh dunia .
Untuk memastikan kegiatan IFAC dan pengaturan tubuh yang didukung oleh IFAC standar independen responsif terhadap kepentingan publik, Bunga Badan Pengawasan Umum internasional ( PIOB ) didirikan pada Februari 2005 .
Di antara inisiatif utama dari IFAC adalah penyelenggaraan Kongres Dunia Akuntan .

b. IASB
International Accounting Standards Board ( IASB ) adalah independen , akuntansi penetapan standar tubuh IFRS Foundation. IASB didirikan pada tanggal 1 April 2001 sebagai penerus Komite Standar Akuntansi Internasional ( IASC ) . Hal ini bertanggung jawab untuk mengembangkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional ( nama baru untuk Standar Akuntansi Internasional yang dikeluarkan setelah 2001) , dan mempromosikan penggunaan dan penerapan standar-standar ini .

Anggotanya ( saat ini 16 anggota penuh – waktu ) bertanggung jawab untuk pengembangan dan publikasi SAK , termasuk IFRS untuk UKM dan untuk menyetujui Interpretasi SAK seperti yang dikembangkan oleh Komite Interpretasi IFRS ( sebelumnya disebut IFRIC ) . Semua pertemuan IASB diadakan di depan umum dan webcast . Dalam menjalankan tugas penetapan standar yang IASB mengikuti proses hukum yang menyeluruh , terbuka dan transparan yang publikasi dokumen konsultasi , seperti makalah diskusi dan draft eksposur , untuk komentar publik merupakan komponen penting . IASB terlibat erat dengan para pemangku kepentingan di seluruh dunia , termasuk investor , analis , regulator , pemimpin bisnis , akuntansi standar – setter dan profesi akuntansi .

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/American_Stock_Exchange
http://rickynursetyawan.blogspot.com/2013/05/pelaporan-keuangan-dan-perubahan-harga.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Stock_Exchange
http://www.academia.edu/4464164/AKUNTANSI_INTERNASIONAL
http://www.ifac.org/about-ifac/organization-overview/history
http://www.ifrs.org/The-organisation/Pages/IFRS-Foundation-and-the-IASB.aspx
http://en.wikipedia.org/wiki/International_Accounting_Standards_Board

Kode Etik Profesi Akuntansi

I.                  Kode Perilaku Profesional

Perilaku etika merupakan fondasi peradaban modern yang menggarisbawahi keberhasilan berfungsinya hampir setiap aspek masyarakat, dari kehidupan keluarga sehari-hari sampai hukum, kedokteran,dan bisnis. Etika (ethic) mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana seorang individu harus berperilaku dalam masyarakat.

Perilaku etika juga merupakan fondasi profesionalisme modern. Profesionalisme didefinisikan secara luas, mengacu pada perilaku, tujuan, atau kualitas yang membentuk karakter atau member ciri suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan atau kode perilakuyang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut.

Garis besar kode etik dan perilaku professional adalah :

  1. Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
  2. Hindari menyakiti orang lain.
  3. Bersikap jujur dan dapat dipercaya
  4. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi Nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
  5. Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
  6. Memberikan kredit yang pantas untuk property intelektual.
  7. Menghormati privasi orang lain
  8. Kepercayaan

II.              Prinsip-prinsip Etika : IFAC, AICPA, IA

a.       Prinsip-prinsip Etika IFAC

  1. Integritas
  2. Objektivitas
  3. Kompetensi profesional dan kehati-hatian.
  4. Kerahasiaan.
  5. Perilaku Profesional

b.      Prinsip-prinsip Etika AICPA

  1. Tanggung Jawab.
  2. Kepentingan Publik.
  3. Integritas
  4. Objektivitas dan Independensi
  5. Kehati-hatian.
  6. Ruang Lingkup dan Sifat Jasa

c.        Prinsip-prinsip Etika IAI

Prinsip Etika di sahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. Adapun prinsip-prinsip tersebut   adalah:

  1. Prinsip pertama – Tanggung Jawab Prolesi.
  2. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik.
  3. Prinsip Ketiga – Integritas
  4. Prinsip Keempat – Obyektivitas
  5. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
  6. Prinsip Keenam – Kerahasiaan.
  7. Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional
  8. Prinsip kedelapan – Standar Teknis

III.           Aturan dan Interpretasi Etika

Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

 

 

 

Kode Etik Profesi Akuntansi

I.        Kode Perilaku Profesional

Perilaku etika merupakan fondasi peradaban modern yang menggarisbawahi keberhasilan berfungsinya hampir setiap aspek masyarakat, dari kehidupan keluarga sehari-hari sampai hukum, kedokteran,dan bisnis. Etika (ethic) mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana seorang individu harus berperilaku dalam masyarakat.

Perilaku etika juga merupakan fondasi profesionalisme modern. Profesionalisme didefinisikan secara luas, mengacu pada perilaku, tujuan, atau kualitas yang membentuk karakter atau member ciri suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan atau kode perilakuyang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut.

S. M. Mintz telah mengusulkan bahwa terdapat tiga metode atau teori perilaku etika yang dapat menjadi pedoman analisis isu-isu etika dalam akuntansi. Teori ini antara lain : (1) paham manfaat atau utilitarianisme. (2) pendekatan berbasis hak (rights based approach),dan (3) pendeketan berbasis keadilan (justice based approach).

Teori utilitarian mengakui bahwa pengambilan keputusan mencakup pilihan antara manfaat dan beban dari tindakan-tindakan alternatif, dan menfokuskan pada konsekuensi tindakan pada individu yang terpengaruh. Teori hak mengasumsikan bahwa individu memiliki hak tertentu dan individu lainnya memiliki kewajiban untuk menghormati hak tersebut. Teori keadilan berhubungan dengan isu seperti ekuitas, kewajaran,dan keadilan. Teori keadilan mencakup dua prinsip dasar. Prinsip pertama menganggap bahwa setiap orang memiliki hak untuk memiliki kebebasan pribadi tingkat maksimum yang masih sesuai dengan kebebasan orang lain. Prinsip kedua menyatakan bahwa tindakan sosial dan ekonomi harus dilakukan untuk memberikan manfaat bagi setiap orang dan tersedia bagi semuanya.

Garis besar kode etik dan perilaku professional adalah :

1. Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.

Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

 2. Hindari menyakiti orang lain.

“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan.

 3. Bersikap jujur dan dapat dipercaya

Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan.Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.

 4. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi

Nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.

 5. Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.

Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.

 6. Memberikan kredit yang pantas untuk property intelektual.

Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.

 7. Menghormati privasi orang lain

Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.

 8. Kepercayaan

Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.

 

 II.     Prinsip-prinsip Etika : IFAC, AICPA,IAI

 

         a.     Prinsip-prinsip Etika IFAC

 1. Integritas

Seorang akuntan profesional harus bertindak tegas dan jujur dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya.

 2. Objektivitas

Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehinggamengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional.

 3.  Kompetensi profesional dan kehati-hatian.

Seorang akuntan profesionalmempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjaminseorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yangdidasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini. Seorangakntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar  profesional haus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesionaldan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional.

 4. Kerahasiaan.

Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaaninformasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnisserta tidak boleh mengungapkan informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izin yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak  profesional untuk mengungkapkannya.

 5. Perilaku Profesional

Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapatmendiskreditkan profesi.

 

         b.    Prinsip-prinsip Etika AICPA

 1. Tanggung Jawab.

Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitif.

 2. Kepentingan Publik.

Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.

 3. Integritas

Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harusmelaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi.

 4. Objektivitas dan Independensi

Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya.

 5. Kehati-hatian.

Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkankompetensi dan kualita jasa, dan menunaikan tanggung jawab profesional sampaitingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan.

 6. Ruang Iingkup dan Sifat Jasa

Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkup an sifat jasa yang diberikan.

 

           c.      Prinsip-prinsip Etika IAI

Prinsip Etika di sahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. Adapun prinsip-prinsip tersebut   adalah:

  1. Prinsip pertama- Tanggung Jawab Prolesi.

  2. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik.

  3. Prinsip Ketiga – Integritas

  4. Prinsip Keempat – Obyektivitas

  5. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

  6. Prinsip Keenam – Kerahasiaan.

  7. Prinsip Ketujuh- Perilaku Profesional

  8. Prinsip kedelapan-Standar Teknis

III. Aturan dan Interpretasi Etika

Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Sekilas Tentang Pulau Tidung

Pulau Tidung,adalah sebuah pulau sekaligus sebuah kelurahan di kecamatan kepulauan seribu,Jakarta Indonesia,yang mempunyai keindahan yang sangat luar biasa,sehingga banyak sekali wisatawan yang tertarik untuk mengunjunginya.

Pulau ini terbagi menjadi duaYaitu Pulau Tidung besar dan Pulau Tidung kecil yang di hubungkan oleh jembatan,yang lebih di kenal dengan nama jembatan cinta,dimana pulau ini bisa di akses dari Muara Angke dengan menggunakan kapal penumpang,dengan waktu kurang lebih tiga jam

 

pulau-tidung

Pada Pulau Tidung ini,wisatawan akan menemukan perkampungan,dengan penduduk yang sangat ramah dan akrab.Beberapa fasilitas umum,seperti kantor polisi,SMU untuk siswa-siswi lokal juga telah tersedia di pulau yang menawan ini.

Banyak sekali keistimewaan yang terdapat di Pulau Tidung Diantaranya memiliki pasir pantai yang putih serta keindahan bawah lautnya,membuat wisatawan terus berdatangan untuk berwisata ke Pulau Tidung Jakarta.

Di kala musim liburan tiba,tak salahnya anda bersama keluarga untuk berlibur ke pulau tidung.Untuk mendapatkan informasi mengenainya cukuplah mudah.Di internet sudah sangat banyak website yang secara khusus memberikan informasi menenai Tidung.

Bahka,pada webiste tersebut,anda bisa melakukan pemesanan Paket Wisata Pulau Tidung secara online.Semua daftar harga,fasilitas dan rencana perjalanan sudah tersedia lengkap pada website tersebut.jadi tunggu apalagi ? mari liburan ke tidung !

Komentar :

I think Tidung Island is pretty different from any other islands that I’ve visited in thousand island. The surroundings are still calm and quite clean compared to other local beaches here. Tidung island is  small island which are exotic and romantic. The beauty of tidung island marine resort is the beauty of unspoiled nature. As far as our eyes can see, we can enjoy, blue and emerald green water, natural white sand beaches. The surrounding reefs are a home to a wide variety of colorful fishes and corals, making tidung island an ideal spot for diving, swimming, snorkeling and fishing, hideaway camping, sunbathing, relaxing and spoiling yourself. A perfect outdoor holiday getaway in this fantastic nature marine trip.

If we join the tour arranged by professional registered guide, we will visit most of the other island and set foot to most of the islands we might come across during the trip. They will show you the islands with the beautiful beaches around Tidung Island. We will spend most of our time travelling at sea by boat, visiting remote islands, swimming and snorkeling near the island you will be visiting. we will enjoy the beauty of underwater with its coral reefs, colorful fishes, etc. Above all, we will enjoy the beauty of white sandy beaches when we set our foot on those islands.It is a good getaway from the bustling Jakarta and it will be an unforgettable experience.

Grammar On Toefl Test

Grammar / structure is one of the most important parts in TOEFL test than listening or reading section. I will try to explain the structure part in the TOEFL test. After looking for a reference, I will discuss some of the few materials that are often out on the TOEFL test grammar/ structure as below :

A.   Preposition

Preposition is a word placed before a noun or pronoun to indicate a relationship with other parts of the sentence. A preposition links nouns, pronouns and phrases to other words in a sentence. The word or phrase that the preposition introduces is called the object of the preposition.

A prepositional phrase is made up of the preposition, its object and any associated adjectives or adeverbs. A prepositional phrase can function as a noun, an adjective, or an adverb. The most common prepositions are “about,” “above,” “across,” “after,” “against,” “along,” “among,” “around,” “at,” “before,” “behind,” “below,” “beneath,” “beside,” “between,” “beyond,” “but,” “by,” “despite,” “down,” “during,” “except,” “for,” “from,” “in,” “inside,” “into,” “like,” “near,” “of,” “off,” “on,” “onto,” “out,” “outside,” “over,” “past,” “since,” “through,” “throughout,” “till,” “to,” “toward,” “under,” “underneath,” “until,” “up,” “upon,” “with,” “within,” and “without.”

A preposition usually indicates the temporal, spatial or logical relationship of its object to the rest of the sentence as in the following examples:

–          The book is on the table.

–          The sky is above the earth.

–          She took a walk across the garden.

–          He come hear after me.

–          She told him about the accident.

 B.   Active and Passive Voice

Transitive verb has two voice is Active Voice and Passive Voice.

  1. Active Voice

In most English sentences with an action verb, the subject performs the action denoted by the verb.These examples show that the subject  is  doing the verb’s action.

–          Sinta mailed the letter to her friend.

Because the subject does or “acts upon” the verb in such sentences, the sentences are said to be in the active voice.

    2. Passive Voice

One can change the normal word order of many active sentences (those with a direct object) so that the subject is no longer active, but is, instead, being acted upon by the verb – or passive.Note in these examples how the subject-verb relationship has changed.

–          The letter is mailed by sinta.

Pattern of passive voice : to be + participle.

C.   Conditional Clause

Conditional (sentence presupposition) explains that an activity contrary to other activities. The most common conditional is Real and Unreal Conditonal Conditonal, sometimes called if-clauses.

Real Conditional (often also referred to as Conditional Type I) which describes if in accordance with the facts.Unreal Conditional (often also referred to as Conditional Type II) which describes the supposition that no real or imagined.

There is also a 3rd Conditional often called the Conditional Type III, is used as a regret that happened in the past and zero conditionals, used to express something that is definitely true.

Note: If the clause “if” is placed at the beginning of a sentence, we must use the “coma”. Conversely, if the clause “if” is behind, then there should be no comma.

Pattern of  Conditional Clause :

1.      Future Conditional (Conditional Type 1)

This assumption states that something might happen in the future or now, if the terms / certain conditions are met.

Type 1 Conditional formula:

  • Subject + present simple modals (will, can, may, must) +V1 – if  + subject+V1

example: He will come here if you call him

2.      Unreal Present (Conditional Type 2)

This assumption states something contrary to what exists or happens now.

+ If + subject + subject + simple past modals (would, could, might) V1 (SimpleForm)

example:     If I had time, I would go to the beach with you this weekend

(I do not have time so I could not go)

If the conditional type 2 can be removed is by using pattern inversion:

Were + subject + Adj / Noun + capital + subject (would, could, might) + V1

example: Were I John I would not forgive you.

(If only I was the john I will not forgive you, in fact I

not john so I forgive you / I’m not John so I forgive you).

He could hug me, if he were here. (She may hug me, if he’s here). The fact is: he cannot hug me, Because, he is not here.

3.      Unreal Past (Conditional Type 3)

This assumption states something contrary to what has happened (past).

Type 3 Conditional formula:

+ If + Subject + Past Perfect … subject modals (would, could, might) have + V3

example:

1. If we had known that you were there, we would have written you a letter.

(If only we knew you were there, we had sent a letter to you;

which means that we do not send the letter because we do not know you’re there / Idid not know that you were there so I did not write you a letter.

D. Conjunction

In grammar, a conjunction (abbreviated CONJ or CNJ) is a part of speech that connects two words, sentences, phrases or clauses together. A discourse connective is a conjunction joining sentences. This definition may overlap with that of other parts of speech, so what constitutes a “conjunction” must be defined for each language.

Distribution  of conjunction :

  1. Coordinating conjunctions

Coordinating conjunctions, also called coordinators, are conjunctions that join, or coordinate, two or more items (such as words, main clauses, or sentences) of equal syntactic importance. The most common Coordinating conjunctions

in the English language include “both…and…”, “Either…or…”, “Neither…or…”, “Not only…but also…” and so on.

Example :

–        She not only a student, but a worker.

2.    Subordinating Conjunctions

Subordinating conjunctions, also callled subordinators are conjunctions that conjoin an independent clause and a dependent clause. The most common subordinating conjunctions in the English language include after, although, as, as far as, as if, as long as, as soon as, as though, because, before, if, in order that, since, so, so that, than, though, unless, until, when, whenever, where, where as, wherever, and while.

E.   Noun Clause

Noun clause is a clause (ie subject and verb) is used as a noun. Noun clause in the sentence is generally used as a subject and an object sentences.

Noun clause can be preceded by:

  • • Question word or relative pronoun question either single word or phrase:

Single question word (ie when, how, what, ect.).

Question word + determiner / noun / adjective / adverb.

Question word + infinitive.

So the pattern of the noun clause is:

Question word / conjunction / that + subject + verb + …

A. Noun clauses beginning with the words Question

How to Address Questions in’ve discussed about the use of the word good in making the information asked questions and in making embedded questions. Embedded questions are noun clause. In this section are given additional examples to refresh your memory.

1. Single question words.

Example:

1. Where she is now is still unknown.

2. When they arrive is still uncertain.

Noun clause can be placed at the beginning of the sentence (as subject) or as an object. If you want to change the position of the subject noun clause object sentence into a sentence, it is usually necessary pronoun or a slight modification of the word.

The above example becomes:

1. It is still unknown where she is now.

2. Do you know when they arrive?

3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Because the title of movies, noun clause what you did last summer does not need to be rotated position.

Note:

a) Clause question preceded by certain words (ie when, Whenever, where) can also function as an adverbial clause.

Example:

1. I was reading a book when the phone rang.

2. I went to where I and my ex-girlfriend had been last weekend.

3. Suddenly I get nausea Whenever I see his face. (Nausea = nausea / vomiting willing).

b). Clause is preceded by the words specific question (ie who, Whom, Whose + noun) can also function as an adjective clause. In this case, the question is actually a relative pronoun. Well, do not be too confused by the term. Important that you understand the pattern / structure of the sentence. But, if you are curious, please read the adjective clauses topic.

Example:

1. I think you Whom Mr. Dodi was looking for. (I guess you (people) who pack Dodi were looking for earlier).

2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.

3. Rommy, Whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.

So, how to tell if the noun clause, adverbial clause, or adjective clause? The answer is simple. Noun clause can be replaced by the pronoun it, while the adverbial clause and adjective clause no. Noun clause answers the question what and who / Whom; adverbial clause answering questions when, where, how (including how much, how often, ect), and why. Adjective clause (ie in the form of an adjective clause) describes noun, and relative pronounnya (ie who, that, ect.) In Indonesian means “the”.

2. Question words + ever / soever

Except how, at the end of question words can be added ever or soever Whenever = whensoever, whatever = whatsoever, and so on. Meaning here ever or soever the same, ie only / no, stay combined with a question word in front of him. Meanwhile, how + ever be however (ie adverb or also called a transition word meaning yet / even if it is) is not included in this category.

Example:

1. We will accept whatever you want us to do. (We will accept / do whatever you want us to do).

2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (Melt = melt). Be careful: guy (pronounced gae) = men, while gay (read gei) = fag = fag.

3. She has agreed to wherever the man would bring her. (He has agreed to take him wherever he goes). Note: in speaking (informal), preposition (in this case to, etc.) Is usually placed at the end of the sentence. She has agreed wherever the man would bring her to.

3. Question nouns + words

Question words + nouns are often used, among others: what time (time), what day (what day), what time (time), what kind (what kind), what type (what type), Whose + nouns (ie Whose car, Whose book, ect.), and so on.

Example:

1. I can not remember what day we will take the exam.

2. As long as I am faithful, she does not care what type of family I come from. (Faithful = loyal).

3. Do you know what time it is?

4. I do not know Whose car is parked in front of my house.

4. Question adjectives + words

+ Question words are frequently used adjectives such as: how long (how long / long), how far (how much), how old (how old / Age), ect.

Example:

1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?

2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?

3. What a jerk. He did not even ask how long I had been waiting for him.

5. Question words + determiners.

Determiners + Question words often used is: how many (how many) and how much (how many). Remember: how many followed by plural nouns, whereas how much followed by uncountable nouns.

Example:

1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?

2. How much will improve your English skills is determined by how hard you practice.

6. Question words + adverbs.

+ Question words are frequently used adverbs are: how Often (how often), how many times (how many times) ect.

Example:

1. Often no matter how I practice, my English still sucks. (No matter how many times I practice, my english is bad). Suck (informal verb) = bad / not good; suck another meaning: suck.

2. I do not want my parents to know how many times I have left school early. (Leave school early = absent).

7. Question words + infinitives.

If the question words immediately followed by infinitives, the invinitives implies shouldatau can / could. Note that the subject after question words omitted.

Example:

1. She did not know what to do = She did not know what she should do. (He does not know what he should do).

2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.

3. We have not Decided when to go to the beach = We have not Decided when we should go to the beach.

4. Mary told us where to find her = Marry told us where we could find her.

B. Noun clauses beginning with Whether / if

Whether can be followed by OR / NOT can not; meaning of the sentence is usually the same although the OR / NOT is not mentioned (it depends on the context of the sentence).

Example:

1.       Whether I am not sure she is coming or not = I am not sure Whether or not she is coming = I am not sure Whether she is coming. (I’m not sure whether he will come or not).

2.       We can not decide Whether we should go out or stay home. = We can not decide Whether to go or (to) stay home. Note, infinitives can also be used after Whether.

3. Whether I am not sure I should take economics or law after I graduate from high school. (I’m not sure if I should take some Economic Law after graduating from high school or later).

C. Noun clauses beginning with that / the fact that

Here, that means that, while the fact that means the fact that. Whereas, that in adjective clauses mean that.

Example:

1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.

2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.

3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.

Example Problem:

1. The teacher heard who answered the question. (C)

Analysis:

• The first sentence “The teacher heard” is true because the subject teacher and heard verbnya. The second sentence “Who answered the phoned” is also true because who serves as a subject and answered as verbnya. Who at the same time also serves as connetor.

• So the above sentence is correct.

2. I do not understand it went wrong. (I)

Analysis:

• The first sentence “I do not understand” is correct because I do not understand the subject and verb. The second sentence “it went wrong” is wrong because there is no connector at once subject.

• correct sentence should be: I do not understand what went wrong.What subject and also serves as a connector, while his went as a verb.

3. Of the three movies, I can not decide is the best roomates. (C)

Analysis:

• In the first sentence, I can not decide as Subject and as a verb. In the second sentence, roomates as well as the subject and the connector is a verb.

4. She did not remember who in her class. (I)

Analysis:

5. No one is sure what did it happen in front of the building. (I)

Analysis:

• The first sentence is correct because No one is subject and is is a verb, but the second sentence is wrong because there was and it did. Seharusnay did and it deleted and verb “happen” into the past tense “happened”.

• So the correct sentence should be: ……. what happened in front of the building.