Bisnis Wisata Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan pulau yang terletak di selatan Kepulauan Seribu. Pulau ini terbagi atas Pulau Tidung Besar dan Pulau tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang antara keduanya. Pulau Tidung mempunyai lebar sekitar 200 m dan panjang 5 km, dikelilingi pantai dangkal yang bergradasi. Mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan tangkap mulai dari memancing dengan alat tradisional hingga menggunakan jaring. Profesi itu ditekuni sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu hingga kini, tetapi beberapa tahun belakangan ini mulai muncul permasalahan yaitu berkurangnya tangkapan nelayan. Hal tersebut dikarenakan konsep dan perilaku nelayan yang mengeksploitasi ikan secara besar-besaran tanpa memperdulikan populasi dan keseimbangan ekosistem terumbu karang sehingga beberapa tahun terakhir nelayan susah menangkap ikan, bahkan banyak diantara nelayan yang tidak memperoleh hasil tangkapan sama sekali terutama pada musim timur laut dan barat daya. Melihat kondisi tersebut, sekelompok masyarakat di pulau tidung mencoba mengembangkan bisnis berbeda dengan memanfaatkan alam sekitar. Profesi sebagai nelayan tangkap kini berubah menjadikan nelayan wisata, pulau tempat tinggal mereka kini menjadi pulau wisata domestik maupun internasional dengan harga murah tentunya.

Melalui promosi besar besaran hingga menawarkan harga yang relative terbilang murah pulau tidung kini berubah menjadi salah satu solusi tempat berlibur dari kepenatan kota Jakarta yang terjangkau harganya. Kehidupan masyarakat pun berubah mulai dari nelayan yang beralih profesi sebagai tour guide dan menyewakan kapalnya untuk wisata memancing, snorkeling dan lainnya hingga banyak berdirinya homestay yang disewakan kepada pengunjung. Bisnis ini pun berjalan dengan baik bahkan hingga saat ini setiap minggunya tidak kurang dari 1000 pengunjung datang kepulau tidung untuk berwisata.

Bisnis Pariwisata memang cukup menjanjikan, lihat saja nelayan yang pada awalnya berpenghasilan tidak menentu mulai dari 500.000 rupiah hingga 3 juta rupiah perbulan, kini berpengasilan 300.000 rupiah hinggal 5 juta perbulan. Contoh Perhitungan :

  1. Nelayan Tangkap

1  Hari  Rp.    70.000,-

30 Hari Rp 2.100.000,- ( Hasil Survei Rata- rata Penghasilan Nelayan )

Kondisi ini tidak selalu terjadi terkadang hasil sangat minim bahkan merugi karena pembelian dan penggunaan bahan bakar (Solar).

  1. Nelayan Wisata

1 hari Rp. 350.000,- ( Menyewakan Kapalnya untuk Snorkling)

Rp. 100.000,- ( Komisi sebagai Guide)

Kondisi ini juga tidak selalu terjadi tetapi setiap weekend atau hari libur kondisi ini 90% berlaku karena para wisatawan ramai di hari tersebut. Sektor pariwisata yang dilakukan didaerah berpenduduk sangat berpotensi meningkatkan kemakmuran masyarakat terlihat dari perhitungan diatas. Belum lagi bagi masyarakat yang menyewakan rumah – rumah mereka (homestay) yang dibandrol dengan harga 400 ribu – 500 ribu dalam semalam, penyewaan alat – alat snorkeling, hingga penjualan makanan khas pulau seribu yang dapat menambah penghasilan masyarakat setempat.

Perekonomian Pulau Tidung semakin menggelora sejak meningkatnya wisatawan, utamanya backpackers, yang menikmati eksotisme pulau tersebut. Bisnis ini melibatkan semua pihak mulai dari aparat desa, karang taruna, hingga masyarakat untuk membangun sebuah wisata rakyat yang menguntungkan bagi semua pihak.

Meskipun bukan pulau wisata, tetapi pulau ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat rekreasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pulau dengan biaya murah. Air lautnya yang bening dan hamparan pasir putih di tepi pantainya sangat indah untuk dinikmati. Belum lagi pesona sunrise dan sunset yang indah setiap harinya. Maka tidak heran jika para backpacker menyebut pulau ini sebagai surga baru atau new paradise bagi komunitas pecinta wisata di tanah air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s