Karakteristik Asing yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

Pengertian Bisnis International menurut Ball, McCulloch, Frantz, Geringer, Minor(2006) adalah Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara. Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.

Karakteristik di negara asing yang harus dipertimbangkan pada saat perusahaan akan terjun dalam bisnis internasional adalah :

  1. B u d a y a

Penilaian mengenai selera, kebiasaan dan adat istiadat suatu negara

  1. Sistem Ekonomi

Mengenali sistem ekonomi yang dianut (kapitalisme, komunisme atau sosialisme, swastanisasi)

  1. Kondisi Ekonomi

Untuk memperkirakan permintaan produk perusahaan harus berupaya meramalkan kondisi ekonomi negara asing (pertumbuhan ekonomi dan  inflasi)

  1. Nilai Tukar

Pengaruh Nilai Tukar terhadap Bisnis Internasional / Perdagangan Internasional

Nilai tukar menunjukkan harga dari barang yang dipertukarkan. Apabila dua mata uang yang dipertukarkan, maka akan terjadi perbandingan nilai antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan nilai mata uang sering disebut “kurs”. Secara praktis kurs adalah harga nilai uang yang harus dibayar / ditukarkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing. Dalam bisnis internasional / perdagangan internasional, perubahan kurs yang terjadi antar mata uang negara-negara yang melakukan hubungan dagang akan mempengaruhi ekspor dan impor negara-negara tersebut.

  1. Resiko Politik

Pengaruh Kekuatan Politik terhadap Bisnis Internasional

Elemen lingkungan politik yang relevan adalah peranan pemerintah dalam perekonomian, ideologi ekonomi dan politik, hubungan internasional, dan hubungan antara pemerintah dan bisnis pada umumnya. Para ahli politik biasanya melihat pada variabel lainya karena mereka berminat terhadap perilaku politik dan organisasi menurut pengertian harfiahnya, bukan bagaimana kaitan semua faktor itu dengan kegiatan bisnis.

Dalam kegitan bisnis yang sangat besar dan semakin banyaknya transaksi-transaksi internasional swasta dan pemerintah, maka tidak mengherankan jika berbagai organisasi internasional bermunculan untuk memberikan fasilitas, mengatur, mengukur atau membiayainya. Organisasi Internasional yang berhubungan dengan bisnis internasional diantaranya (PBB, Bank Dunia, IMF, GATT, WTO, OPEC).

Pola dan proses dinamika pembangunan ekonomi di suatu negara ditentukan oleh banyak faktor baik domestik maupun eksternal. Faktor-faktor domestik antara lain kondisi fisik (termasuk iklim), lokasi geografis, jumlah dan kualitas sumber daya alam (SDA), dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, kondisi awal ekonomi, sosial dan budaya, sistem politik, serta peranan pemerintah di dalam ekonomi. Adapun faktor-faktor eksternal di antaranya adalah perkembangan teknologi, kondisi perekonomian dan politik dunia, serta keamanan global.

Transisi pemerintahan dari orde lama ke orde baru berpengaruh pada paradigma pembangunan ekonomi dari yang berhaluan sosialis ke kapitalis-liberal. Pemerintahan orde baru menjalin kembali hubungan baik dengan Barat dan menjauhi ideologi komunis. Indonesia juga kembali menjadi anggota PBB dan anggota lembaga-lembaga dunia lainnya seperti Bank Dunia dan IMF. IMF yang didirikan sebagai hasil konferensi Bretton Woods pada tahun 1944 secara umum mempunyai tujuan memberi bantuan kepada negara anggota yang membutuhkan. Kesemuanya itu akan dapat memberi peluang memperbaiki ketidakseimbangan neraca pembayarannya tanpa mengambil jalan yang merusak neraca pembayaran nasional atau internasional.

Indonesia pada masa orde baru kembali menjadi anggota IMF dilakukan pada masa Kabinet Ampera untuk melaksanakan pokok-pokok kebijakan stabilisasi dan rehabilitasi. Kondisi merupakan awal terjadinya bantuan IMF hingga sekarang. Setiap tahun, Indonesia mendapatkan bantuan dari IGGI (Inter Government Group on Indonesia) yang di dalamnya terkait dengan bantuan Bank Dunia. Sesudah IGGI berubah menjadi CGI , maka di dalamnya juga terkait bantuan IMF dan Bank Dunia dengan bantuan sekitar US$ 5 Milyar setiap tahunnya. Sejak terjadi krisis tahun 1997 Indonesia telah meminta bantuan IMF dengan paket bantuan senilai US$ 23 Milyar. Kondisi perekonomian nasional era orde baru menjadi lebih baik karena perubahan pada orientasi kebijakan ekonomi dari sistem sosialis ke sistem kapitalis.

Tidak bisa dipungkiri bahwa hingga sekarang tingkat ketergantungan Indonesia kepada pengaruh IMF sangat tinggi, karena pada dasarnya Indonesia terbantu dengan bantuan luar negeri ini. Sistem ekonomi yang liberal memberi potensi bagi suatu negara untuk membuka pintu kerja sama yang luas yang kemudian menjelma menjadi arena transaski internasional secara bebas. Sebagai negara dengan perekonomian terbuka, Indonesia tidak dapat menghindar dari proses globalisasi ekonomi dunia. Dampak utama dari proses globalisasi ekonomi adalah berubahnya konsep perdagangan internasional dalam menentukan pola perdagangan dan produksi suatu negara. Ketergantungan Indonesia yang tinggi semakin terasa ketika Indonesia tidak mampu megatasi sendiri krisisnya yang berujung pada kebutuhan bantuan dari IMF melalui mekanisme utang luar negeri.

One thought on “Karakteristik Asing yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s