Peta Perekonomian Kota Solo

Nama Surakarta digunakan dalam konteks formal, sedangkan nama Solo untuk konteks informal.Akhiran – Karta merujuk pada kota, dan kota Surakarta masih memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kartasura . Nama Solo berasal dari nama desa Sala. Ketika Indonesia masih menganut Ejaan Repoeblik nama kota ini juga ditulis Soerakarta.

  • Keadaan Geografis

Kota Surakarta yang juga sangat dikenal sebagai Kota Solo, merupakan sebuah dataran rendah yang terletak di cekungan lereng pegunungan Lawu dan pegunungan Merapi dengan ketinggian sekitar 92 m diatas permukaan air laut. Dengan Luas sekitar 44 Km2, Kota Surakarta terletak diantara 110 45` 15″ – 110 45` 35″ Bujur Timur dan 70` 36″ – 70` 56″ Lintang Selatan. Kota Surakarta dibelah dan dialiri oleh 3 (tiga) buah Sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo, Kali Jenes dan Kali Pepe. Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu sangat terkenal dengan keelokan panorama serta lalu lintas perdagangannya.

  • Batas Wilayah

Batas wilayah Kota Surakarta sebelah Utara adalah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali. Batas wilayah sebelah Timur adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karangnyar, batas wilayah sebelah Barat adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karangnyar, sedang batas wilayah sebelah selatan adalah Kabupaten Sukoharjo. Surakarta terbagi dalam lima wilayah Kecamatan yang meliputi 51 Kelurahan.

  • Keadaan Iklim dan Cuaca

Suhu udara Masimum Kota Surakarta adalah 32,5 derajad Celsius, sedang suhu udara minimum adalah 21,9 derajad Celsius. Rata-rata tekanan udara adalah 1010,9 MBS dengan kelembaban udara 75%. Kecepatan angin 4 Knot dengan arah angin 240 derajat. Solo beriklim tropis, sedang musim penghujan dan kemarau bergantian sepanjang 6 bulan tiap tahunnya.

  • Keadaan Penduduk

Kota yang terletak di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2010 berpenduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan penduduk 13.636/km2, dengan luas kota 44,03 km2 Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah penduduk Kota Solo, Jawa Tengah, bertambah sekitar 10.000 jiwa selama satu dasawarsa terakhir.
Pada Sensus Penduduk (SP) 2000 penduduk kota itu sebanyak 490.000 jiwa dan pada 2010 naik menjadi 500.642 jiwa, kata Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Suharto, meski angka pertumbuhan penduduk Solo masih 0,25 persen atau di bawah angka Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,46 persen.

Jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia , kota Surakarta merupakan kota terpadat di Jawa Tengah dan ke-8 terpadat di Indonesia, dengan luas wilayah ke – 13 terkecil, dan populasi terbanyak ke -22 dari 93 kota otonom dan 5 kota administratif di Indonesia.


  • Mata Pencaharian

Ada pun ekonomi masyarakat Solo, mata pencarian terdiri dari petani sendiri, pekerja tani, usahawan, pekerja industri, pekerja bangunan, pedagang, angkutan, pensiunan (pesara), dan lain-lain.


  • Pariwisata

Solo juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang biasa didatangi oleh wisatawan dari kota-kota besar. Tujuan wisata utama kota Solo adalah Keraton Surakarta , Keraton Mangkunegaraan dan pasar-pasar tradisionalnya.

Di Solo terdapat beberapa citywalk yang ditujukan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, antara lain di koridor Ngarsopuro, di sepanjang jalan Slamet Riyadi sepanjang 6-7 km dan selebar 3 m, dan di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Tempat-tempat yang ditunjuk sebagai citywalk tidak boleh dilalui oleh kendaraan bermotor.

Wisata Alam


Wisata-wisata alam di sekitar Solo antara lain Tawangmangu (berada di timur kota Solo, di Karanganyar), kawasan wisata Selo (berada di barat kota Solo, di Boyolali), agrowisata kebun teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Grojogan Sewu dll.

Festival dan perayaan

Setiap tahun pada tanggal-tanggal tertentu Keraton Surakarta mengadakan berbagai macam perayaan yang menarik. Perayaan tersebut pelaksanaannya berdasarkan pada penanggalan Jawa. Perayaan-perayaan tersebut antara lain:

– Kirab Pusaka 1 Suro, Acara ini diselenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Puro Mangkunegaran pada malam hari menjelang tanggal 1 Suro. Acara ini ditujukan untuk merayakan tahun baru Jawa 1 Suro.

Sekaten , diadakan setiap bulan Mulud untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 12 Mulud diselenggarakan Grebeg Mulud.

– Grebeg Sudiro, diadakan untuk memperingati Tahun Baru Imlek dengan perpaduan budaya Tionghoa-Jawa.

– Grebeg Mulud, Diadakan setiap tanggal 12 Mulud untuk memperingati hari Maulud Nabi Muhammad SAW. Grebeg Mulud merupakan bagian dari perayaan Sekaten.

– Tinggalan Dalem Jumenengan, Diadakan setiap tanggal 2 Ruwah untuk memperingati hari ulang tahun penobatan raja.

– Grebeg Pasa, grebek ini diadakan untuk merayakan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal.

– Syawalan, mulai diadakan satu hari setelah hari Raya Idul Fitri dan berlangsung di Taman Satwa Taru Jurug di tepi Bengawan Solo.

– Grebeg Besar, Berlangsung pada hari Idul Adha (tanggal 10 Besar).

– Solo Batik CarnivalKarnaval Batik Solo atau Solo Batik Carnival

sebuah even tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum.

Wisata kuliner

Deretan penjual makanan tradisional Solo di Galabo

Solo terkenal dengan banyaknya jajanan kuliner tradisional. Beberapa makanan khas Surakarta antara lain: nasi liwet , nasi timlo, nasi gudeg (sedikit berbeda dengan gudeg Yogyakarta), cabuk rambak,selat solo, serabi solo, intip dan tengkleng, bakpia Balong, roti mandarin toko kue Orion, wedang asle yaitu minuman hangat dengan nasi ketan, Ayam Goreng Wong Solo, bakso Solo, dll.

Solo juga memiliki banyak pasar tradisional, di antaranya Pasar Klewer, Pasar Gedhe(Pasar Besar), Pasar Legi, dan Pasar Kembang. Pasar Klewer merupakan salah satu pasar tekstil terbesar di Indonesia. Pasar-pasar tradisional yang lain menggunakan nama-nama dalam bahasa Jawa, antara lain nama pasaran hari) dalam bahasa Jawa: Pasar Pon, Pasar Legisementara Pasar Kliwon saat ini menjadi nama kecamatan dan nama pasarnya sendiri berubah menjadi Pasar Sangkrah Selain itu ada pula pasar barang antik yang menjadi tujuan wisata, yaitu Pasar Triwindu (Pasar Windujenar) serta Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Keraton Solo.

 

Beberapa tempat wisata yang biasa dikunjungi diantaranya :

  • Sangiran

Sangiran adalah sebuah tempat atau situs manusia jaman purba. Pada tahun 1936 seorang ahli paleoantropologi bernama Dr. Von Koenigswald menemukan sekumpulan fosil mansuia purba lengkap di Sangiran ini. Fosil tersebut diperkirakan berumur 1,5 juta tahun.


  • Museum Radya Pustaka

Museum batik yang terlengkap di Indonesia, yaitu House of Danar Hadi dan museum tertua di Indonesia, yaitu Museum Radya Pustaka.

  • Komplek Makam Astana Giri Bangun

Astana Giri Bangun, komplek makam yang dipersiapkan sebagai makam keluarga besar Soeharto.

  • Taman Satwa Taru Jurug

Salah satu objek wisata paling populer di Solo adalah Taman Satwa Taru Jurug ( TSTJ ). TSTJ terletak di bagian timur kota Solo, tepatnya di pinggir sebelah barat Sungai Bengawan Solo.


  • Pandawa Water World Solo Baru

Sebuah objek wisata kelas dunia segera diresmikan di Kawasan Solo Baru, Sukoharjo. Objek wisata ini diberi nama Pandawa Water World (PWW).

 

 

 

Revolusi dari Kota Solo

Inilah kota yang memilih mempertahankan transportasi massal ketimbang mengaspal rel kereta api seperti kota lainnya. Railbus buatan PT Inka, Madiun, dengan dana dari Ditjen Perkeretaapian itu akan melayani jalur Solo-Wonogiri. Angkutan ini mengantar penumpang dari Wonogiri ke pusat kota.Bus tingkat ini mirip bus sightseeing, dengan atap terbuka seperti di Tokyo, Singapura, Madrid, atau kota dunia lainnya. Bus ini digunakan untuk melongok situs menarik di Solo dengan sepandangan mata.Buruknya infrastruktur memang menjadi persoalan negeri ini, yakni bagi turis, terutama juga pebisnis, yang datang di suatu kota. Besar harapan, transportasi yang semakin prima mendatangkan pebisnis dan turis, dengan efek tumbuhnya perekonomian lokal. Solo menjadi kota pertama dengan infrastruktur bus tingkat bagi turis yang mengunjungi kota itu.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Solo

http://www.kompas.com



3 thoughts on “Peta Perekonomian Kota Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s