Infrastruktur RI Perhatian Investor AS

Dalam rangka mewujudkan Comprehensive Partnership antara AS dan Indonesia, yang telah ditandatangani oleh Presiden Barack Obama dan Yudhoyono, pada kunjungan ke Indonesia bulan November 2010 silam, kedua negara telah setuju untuk meningkatkan volume investasi dan bisnis. Hal ini sebagai upaya untuk mendongkrak posisi AS yang saat ini menjadi investor terbesar ke-3 di Indonesia.”Presiden (AS dan RI) bersama meluncurkan sebuah partnership (perjanjian kerja sama) yang baru pada November lalu di Jakarta untuk meningkatkan kooperasi dan kerja sama di seluruh area. Dan satu area yang ingin ditingkatkan adalah usaha bisnis dengan nilaiekspor Indonesia ke AS lebih dari 4 miliar dollar AS.

 

Dengan meningkatkan volume bisnis, akan menciptakan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan lebih banyak pekerjaan di kedua negara. Dalam melaksanakan hal tersebut, akan datang sejumlah delegasi perusahaan di bidang perdagangan dan pertanian yang akan dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan untuk Perdagangan Internasional Francisco J Sanchez dan Wakil Menteri Pertanian Michael Scuse yang akan diadakan pada 3-6 April mendatang.

 

Salah satu wujud nyata dari kerjasama yang baru ini, 20 delegasi perusahaan AS akan selenggarakan diskusi mengenai peluang investasi di Indonesia.Beberaapa perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan pangan olahan mendominasi delegasi tersebut, diantaranya Monsanto, Case New Holland, Mirasco, SunOpta, Mirasco Inc, Datepac Inc, dan Commercial Creamery Company. Tidak luput pula perusahaan pangan dengan sertifikasi halal, seperti Midamar Corporation, Salwa Foods, dan Islamic Services of America, yang menyediakan layanan edukasi dan sertifikasi halal di AS.

 

Terkait dengan hambatan investasi,ada sejumlah hambatan dalam berinvestasi yang selama ini , baik dari pengusaha AS maupun lokal. ”Hal utama yang diperhatikan, yaitu infrastruktur. Kedua, regulasi yang jelas dan adil. Hal utama dari perusahaan lokal adalah peraturan yang sering dihapus atau banyak berubah,termasuk juga korupsi yang masih merupakan hal yang menjadi perhatian.
Banyak kesempatan bagi perusahaan AS untuk melakukan investasi, seperti di bidang pangan dan pertanian, transportasi, energi (energi terbarukan, geotermal, dan energi hijau), jasa, hingga produk konsumen. Kemudian, tidak hanya peningkatan investasi, hubungan dagang kedua negara juga akan diperbesar. ”Bilateral perdagangan (AS dan Indonesia) menurut data terakhir tahun 2009 kurang dari 20 miliar dollar AS,  itu jumlah yang kecil dari dua negara yang besar, bandingkan dengan perdagangan (AS) dengan Malaysia yang hanya punya 27 juta penduduk, mencapai 35 miliar dollar AS,”

Sumber : http://www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s